i take pills on purpose

by - 9:00 AM


selamat tinggal jiwa yang hilang, untuk dunia sekolah dan dunia edukasi di otak. sekalipun kotak di kepala sudah meletus berulang-ulang tetap saja formula-formula untuk menghasilkan pilihan a atau b atau c atau d atau e akan menggantung pada secuil kertas kunci hitamnya angka di rapor kelulusan. 

what do you want to be in the future
what do you want to be in the future
what do you want to be in the future
what do you want to be in the future
what do you want to be in the future
what do you want to be in the future
what do you want to be in the future

dunno, drug dealer?

lucu ketika mendengar suara lama, "inginnya sih jadi script writer, atau kerja di periklanan, atau punya studio art sendiri. Kemudian ke USA, terbang ke Florida menikmati Miami dan hidup bersama my 𝖕𝖆𝖕𝖎. Impian dan targetku harus terlaksana sebelum aku gantung diriku dan mengambil jalan cepat menuju akhir."

Well, now you think it was a stupid decision. Maunya melewati itu semua tanpa harus melangkahi ujian nasional fisika, matematika, dan kimia. Bisa tidak, Tuhan? Shortcut disediakan untuk orang-orang yang berpikiran luas dan ke depan, namun berimajinasi liar melompati masa sulit yang harus dihadapi. Kuakui aku malas dan tak mau lepas.  Keadaan yang sekarang dengan 12PM kertas agama di tangan, menanti untuk diisi dan dihafalkan guna ulangan susulan hari esok. Segelas kosong kopi yang sudah diteguk berdiri di atas meja TV hitam. Menyimak ke dalam youtube menonton si bintang kembali menyanyi ketakutannya untuk Resident Evil : Biohazard. Sudah berbulan-bulan menghindari kanalnya karena isinya hanya tiruan kecut ayah FilthyFrank dan dia mengakuinya.

Bagaimana jika tugas akhirku di dunia memang untuk ke FL dan membuka kartel? Wah, hati-hati jika berkata di sosial media, bisa ditangkap polisi dulu sebelum jadi nyata. Tidak, tidak, tidak. El Chapo bukan panutan, hanya senang namanya berirama dengan bars di trap song milik artis hip-hop favorit. Aku bisa bersumpah aku akan memeluk Lil Uzi dan J. Cole kalau pernah sampai bertatap muka di kelas. Di mimpi saat tidur siang di atas meja di tengah kicauan guru kewarganegaraan. Rupanya harga merah putih bisa ditawar dengan lirik sarkastik sampah karya anak Paman Sam paling bengal.



Obat-obatan itu mahal harganya. Izin dapatnya juga sulit, hanya gampang jika bisa pura-pura sakit. Di apotek dengan resep dokter semua tulisan tidak bisa ditawar cuma-cuma lewat, "Mbak, ada painkiller dengan dosis paling kuat?" Ditanya untuk apa, ya untuk menyembuhkan penyakit dong. Mungkin dibuat overdosis dikit tidak apa-apa lah, hitung-hitung nyoba jadi anak kesurupan yang akhirnya ditangkap petugas negara diadili dan dihina habis-habisan sama manusia satu negara. 

Imajinasi kalau malam itu enak, kalimatnya ngalir deras, seperti hujan deras tadi sore bikin mati lampu lama banget. Gila ya ini belum aku sentuh sama sekali kertas soal. Berbahaya anak zaman sekarang kerasukan internet jadi hawa nafsu yang tidak manusiawi terhadap racun layar kaca makin bikin mabuk. Tidak terkendalikan.

You May Also Like

0 comments