masih disayang - hasil snmptn

by - 6:56 AM



Ditulis tanggal 29 Juni. Bahkan sudah sebulan lebih dari waktu pengumuman. Bisa bersyukurnya setelah melewati hari-hari di atas awan. 

Bisa berjalan mundur melihat tulisan sebelumnya, menggambarkan betapa menyusahkannya belajar di sekolah itu. Suntuk dan di kepala hanya ingin pulang. Mengambil kuliah jadi tidak tenang, mengejar pilihan yang sesuai passion, tapi tidak ada hitung-menghitung, tolong. DKV dan Bahasa Inggris memenuhi kriteria. Jadi mereka berdua ditargetkan dalam lomba masuk perguruan tinggi nasional dengan skala nilai rapor yang dikirim dari sekolah ke pemerintahan. 

Lubuk hati paling dalam sedikit pesimis untuk DKV, tapi tidak untuk Bahasa Inggris. Orang tua sangat yakin tapi tidak mau ambil resiko bodoh jadi membelah bagian tubuh anaknya untuk berjalan pada lantai swasta. Ada yang bagus, baru muncul, akreditasi C. Tidak begitu peduli dengan akreditasi, hasil yang mereka keluarkan adalah pribadi handal di wilayah ibu kota dan kota-kota besar area Jawa Barat. Lagipula ada layanan pengembalian uang pendaftaran sepenuhnya minus empat juta jika calon mahasiswa dinyatakan masuk negeri. Ayah passionate dalam memeras pengeluaran, ya.

Doa nya novena 2 bulan. Untuk memulai ujian-ujian laknat dan, hasil snmptn.


Papan tulis di kamar sudah diukir, 'que sera sera'. What ever will be, will be.

Menunggu dari jam dua belas, laptop sudah dihidupkan. Supaya tidak jantungan, yang dilihat video nya FilthyFrank, PIMP MY WHEELCHAIR. And it did a good job at calming me down a lil bit. 

Ketika jarum panjang sudah tepat di arah dua, hembusan nafas berat keluar dari mulut sampai paru-paru rasanya dipalu paku. Sudahlah, saatnya memperbarui laman. 

Ternyata kotaknya warna hijau. 

Mereka percaya aku pantas mendapatkan kemudahan dalam jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Rasanya sangat lega. Hanya heran mengapa yang Di Atas masih mempercayaiku untuk mendapatkan hadiah seperti ini (lagi). Awal SMA kesempatan seperti ini juga bisa diraih tapi tidak dimanfaatkan sama sekali, tidak diperjuangkan langsung ditendang dan gagal dalam periode satu semester. Padahal mulut sudah sampai muntah darah lho, kalau mengeluh soal sekolah. 

Sekarang hadiah ini ingin diperjuangkan. Dikembangkan, dinaikkan dengan target beasiswa ke luar negeri, semoga Amerika. Sebelum mati, harus ke Amerika. Sebelum mati, harus bisa menjadi pribadi berpengaruh, tertarik di mata murid sekolah dasar. 

Jadi ya gitu, ternyata aku masih disayang.


You May Also Like

0 comments