Guilt Haunts
Here is a long recap of
"SESUATU YANG SUDAH DINANTI NAMUN TAK ADA YANG BERPIKIR AKAN SEJAHAT DAN SECEPAT INI"The characters are only three, but more people weighing in during the progress. They left tho, in the end. Only the main three remains, but two hearts scattered and one heart went numb.
I, the nymphet who is quick to love and even quicker to leave.
The Lost Prince, the one who fell for the nymphet, claimed to even have drowned too deep.
and
the Dream Prince, who has been in the nymphet's mind since day one, long ago even before she stepped into LP's life. But the Dream Prince used to be just her dream, something which not likely going to happen. Pure admiration, innocent crush, and a teasing content in her circle.
And who would have guessed,
that
with just one bubble text,
the nymphet would crush everyone's world in one second?
hari itu,
saat aku sedang giat untuk menghabiskan waktuku dengan dia,
kau muncul, merespon snapgram-ku yang tidak begitu penting.
aku biasa saja,
hanya senang. ha, tiap kali kau mencoba untuk merespon postinganku, aku selalu senang. maksudku, hey, kamu adalah impianku. tentu saja aku senang.
kita berbicara, dalam batas teman. dan batas itu terlihat mudah dipatahkan ketika topik pembicaraan bergeser menjadi,
"kau terlihat murung akhir-akhir ini"
((lucu, kau memperhatikan rupanya.))
"bosan saja dengan keadaan. aku butuh circle baru."
"kau bisa menghabiskan waktu denganku dan teman-temanku"
"...."
kau tidak salah. tapi aku muak dengan perasaan yang tertahan.
dan akhirnya keputusan untuk mengungkapkan perasaan tidak bisa ditolak.
mengaku bahwa aku tidak ingin temanmu, aku ingin denganmu.
confession.
karena oh, kamu suka sekali dengan kejujuran bukan? kau tahu itu salah tapi kau tetap melakukannya. kau tidak ingin memulai api tapi kau mengimpikannya.
api, berarti kamu hidup.
api, untuk itu kamu tidak peduli dengan segalanya tapi satu, ego untuk melepaskan perasaan yang tertahan sudah lama.
lucunya, kamu paham perasaan itu tidak kuat, hanya samar, bersembunyi di balik kata "want" dan "desire"
api, yang hanya sebuah elemen kecil di bawah kaki dian, kamu jatuhkan dengan sengaja untuk membakar rumah tinggalmu. rumah tinggal yang sudah kamu bangun dengan dia, dan usaha bersama serta kenangan bersemayam di dalamnya.
api, yang akhirnya membunuh semua perasaan.
--end
aku menumpahkan semuanya. dalam satu bubble itu, dengan lantang mengatakan:
aku tidak bisa berteman.
karena aku tahu aku akan jatuh.
dan aku kesal, karena aku tahu kau menyenangkan.
tapi aku tidak bisa.
kau adalah impianku,
dan aku tidak bisa jatuh lebih dalam.
tapi,
kau.
membukanya.
membiarkanku untuk lewat dan mencoba untuk melihat,
seberapa dalam jurang itu.
"let's say, would you take me to your favorite coffee shop and have a lil bit of chit-chat with me?"
aku lemah untuk kau, impianku.
tentu saja aku mengiyakan.
kau tahu, tepat hari itu. malam itu.
aku berbicara dengan dia namun telingaku hanya mendengar lamunanku yang mengandaikan pertemuan kita di esok harinya.
I thought humans can only zing once,
but oh boy I was wrong.
I zinged hard when I was in front of you, talking anything, about the past and alternate universe.
AU where I got the guts to confess back then, and we would have dated each other now.
AU where I did not too rushed to install Tinder.
That, a regret I have felt.
In the end, dear. There just remains the phrase:
IF ONLY.
pertemuan private pertama itu,
aku menyadari untuk pertama kalinya pula bahwa
aku suka melihatmu tertawa
dan aku jatuh cinta ketika aku membuatmu tertawa.
jatuh cinta?
kau dan dia harus tahu betapa susahnya aku menghapus kata itu di benakku.
jatuh cinta?
kenapa susah sekali untuk membedakan jatuh cinta dan kagum?
jatuh cinta pada orang lain ketika aku sedang mencintai seseorang.
tentu saja bisa, semua orang mengalami itu. mungkin tidak semua, tapi banyak.
aku hanya berpura-pura tidak tahu, seperti aku berakting bahwa ini semua tentu saja tidak diperkirakan. hahaha.
nymphet, kamu tahu kamu bermain dengan api. kamu tahu kamu akan jatuh. dan kamu pada akhirnya pun, sesuai instingmu, jatuh.
setelah aku menginjakkan kakiku di rumah, aku menyimpulkan sesuatu:
kau telah menjadi godaan terbesarku.
dan aku lemah terhadap godaan.
egoku mengatakan aku ingin kau, ingin dia juga--tapi egoku berteriak kau.
aku ingin
mencoba
bersama
kau.
dan aku,
selalu mendapatkan,
apa yang aku inginkan.
***
pertemuan kedua,
nymphet did something a basic nymphet will do.
not only that, she also broke the sacred rule.
her ego was getting all over herself.
it was sweet.
and wrong, but it's right.
right if we both live in the alternate universe.
real life,
she knows she is an unfaithful soul.
she treasures it.
not better than her first, but truer than everything.
***
pertemuan ketiga,
she cried.
she knows, she knows how sinful and tainted and guilty she is.
but she knows she is crying for a whole another reason:
she.
fell.
deep.
again.
science said that doing it makes women's hormones go wild.
especially when it is with the right person.
she cried when she did it the very first time with the lost prince,
she cried because she longed for more.
and this time,
the exact same thing happened.
she cried because she wanted more of her dreamy prince,
she longed for more,
she fell so deep and she starts thinking she wants him.
she wants him a lot it's hurt.
the next day she told him
she caught feelings with him.
banyak yang dipertimbangkan,
untuk memilih.
membentak sana-sini,
perbincangan yang lama dan berulang-ulang,
tangisan dan hisakkan perasaan,
text yang panjang,
masalah yang akhirnya muncul ke permukaan, terungkit,
perbandingan tiada akhir,
nasihat,
campur tangan orang lain,
drama dan orang-orang yang dijauhkan, didekatkan, dibuang, dan dilupakan.
semua seperti dirobek dan ditulis ulang,
hanya karena penulis tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
memilih ego untuk membuat dirinya bahagia
atau memilih damai untuk kebersamaan dan dirinya yang tertahan?
aku ingin berubah,
tapi, maaf.
aku ingin berubah dengannya.
aku memilih ego, dan aku akan belajar dengannya.
karma akan berjalan menemuiku, menamparku dan menenggelamkanku.
dan aku menantinya, perasaan menyesal dan kesedihan akan ditinggal.
aku berlari menuju karma dan karma pula menanti wajahku.
kemudian dia terisak,
terjatuh dan terseret untuk mengajakku kembali.
dan aku kembali.
kemudian aku meninggalkannya lagi.
sungguh,
aku sendiri juga tidak tahu dimana aku berdiri.
kesimpulannya, semuanya, dan yang aku maksud, semua.
menamparku dengan:
gemma, the world doesn't revolve around you!
aku sadar akan itu.
dan berterimakasih untuk itu.
dan terimakasih, karena telah mencintaiku dengan sangat dalam.
maaf jika aku membuang waktu berharga dalam hidupmu.
tapi aku tidak menyesal mengenalmu.
semua perasaan baru yang aku rasakan denganmu,
adalah sejarah dan seni untuk menghiasi arti hidupku.
dan kamu, akan hidup di hatiku. untuk selamanya.
karena kamu tahu, kamu layak untuk mendapatkan satu bab khusus untuk cerita di masa depanku.
ini adalah waktuku untuk berubah,
untuk membentuk cara berpikirku,
caraku bereaksi dan bersikap.
namun apa yang sudah terjadi tidak semuanya meninggalkan kenangan baik.
jadi biarkan aku menulis hal-hal yang terubah dari halaman ini.
- berpindah circle.
- teman dia adalah nemesisku, dari awal sudah tidak baik dan sekarang lebih menjadi-jadi.
- drama masa lalu kau yang masih menghantuimu memilih untuk membenciku juga, dan aku mengerti. aku ingin membebaskanmu, namun aku sudah tidak ingin membantumu. biarkan semuanya ada di tanganmu.
- aku bukan lagi rumah dia. dan sangat sakit ketika sadar bahwa aku sudah membakar rumah dia, dengan sadar dan sengaja.
dan akhirnya,
hanya dari dirimu sendiri yang bisa merubahmu.
dua puluh satu, dua ribu dua puluh.
untuk meninggalkan karakter nymphet, atau tetap mencari validasi dengan euphoria palsu sampai semuanya terulang lagi menjadi siklus rutin hidupmu.
tapi ingatlah yang satu ini;
apa tidak bosan menjadi jahat?





1 comments
i thought im the one, but no.
ReplyDelete