𝐝ouʙtin𝐠
i am in a big trouble when i am doubting myself.
and,
it seems like i am already too late to realize it.
✂
too rushed?
thoughtless choice?
bad thoughts?
false impression?
sly assumptions?
or was it just
a mere gloomy tint in your heart?
✂
dari awal aku bukan tipe yang berpegang teguh pada mitos dan kepercayaan.
aku menghargai agamaku, tentu saja, percaya yesus diangkat ke surga dan seterusnya.
namun kepercayaan disini maksudnya hal-hal seperti astrologi, shio, tanggal jawa, dan seterusnya.
aku menyukai ilmunya, bahagia saat yang dibaca sesuai dan lurus dengan apa yang dirasakan secara pribadi olehku, dan tersenyum jika yang diramal merupakan hal yang menyenangkan.
saat aku bersama masa laluku,
semua hal dan laman menyoraki kami karena oh, betapa cocoknya karakter dan aura kami.
aku senang, karena memang itulah yang aku rasakan.
aku dan masa laluku,
yang lebih terasa sebagai saudara kembar versi adam daripada seorang kekasih.
aquarius bertemu dengan aquarius seperti ombak yang berbeda kekuatannya, saling mendominasi dan berkompetisi, namun bisa berbaur karena mereka terbuat dari air.
aku dan masa laluku,
menghasilkan pesthi ketika menghitung hari ulang tahun kami dalam hitungan weton. artinya kami serasi, walupun akan ada pertengkaran, hal itu tidak akan memisahkan mereka.
saat ini aku bersama masa kiniku.
dan semuanya terlihat bertentangan.
semuanya menolak kami.
semuanya mengatakan kami terlalu berbeda, terlalu jauh, terlalu keras kepala, terlalu egois untuk menurunkan dirinya demi yang lain.
aku bertengkar dengannya hebat sudah dua kali, di waktu kurang lebih satu bulan.
rasanya sangat melelahkan.
aku menyukai pertengkaran, itu yang aku yakini saat aku bersama masa laluku.
pertengkaran yang sama hebatnya, sama melelahkannya, namun aku lebih menikmati perdebatan dengan masa laluku.
cancer dan aquarius tidak bisa bersama.
cancer clings a lot with his past, aquarian looks forward to whatever the future holds.
it only works if both of them willingly to understand each other's basic nature.
“Stuffy,” he’ll tell himself. “That’s what she is. Stuffy.” She has no imagination, he decides. She thinks and talks like a man. Acts like one too. Well, he’s not looking to fall in love with a masculine realist. He’s looking to fall in love with a dear, sweet, feminine creature of perfection like Mama. - Linda Goodman
He clings with his past.
Hal itu menggangguku. Aku paham masa lalu itu berarti, aku sangat menghargai masa laluku. Tapi aku tidak suka terlalu berlarut ke dalam masa laluku. Hanya dalam waktu yang sementara, maka aku akan baik-baik saja. Namun masa kiniku tidak begitu, karena dirinya bukanlah aku. Semua insan berbeda, bukan?
Sangat suli bagi seorang perempuan yang lebih sering memakai logika daripada hati untuk memahami sisi yang seperti ini. Perasaan dia, benar-benar kuat. aku bisa memahami itu. Mungkin masa lalu masa kiniku merupakan sejarah yang paling penting baginya, dan aku paham karena aku pun begitu, masa laluku merupakan kenangan yang sangat berarti bagiku. Yang tidak bisa aku proses adalah perasaan cintanya yang begitu hebat, yang bisa aku lihat hanya dari cara ia berbicara lewat ketikkan pesan di dunia maya.
apa Gemma pernah mencintai seseorang sehebat itu?
mana aku tahu, aku kan hanya seorang gadis egois yang menginginkan semuanya seimbang. Jika aku merasa aku lebih memberi daripada menerima, aku tidak akan takut untuk meninggalkan seseorang. Tapi itu dulu. Itu Gemma saat menjadi nymphet.
Jadi,
apakah jika.
Aku tetap memilih untuk bersama masa kiniku yang terbayang masa lalunya, memilih untuk menahan rasa sakit dan mengunci pertanyaan-pertanyaan bodoh, memilih untuk mengerti lebih jauh tentang dirinya, dan memilih untuk berharap akan lepasnya masa lalu itu:
itu berarti aku mencintai seseorang dengan dalam?
Hanya aku yang bisa menilai, bukan?
kenapa segalanya seperti teka-teki silang yang harus aku pecahkan, hanya karena aku tidak mau terlihat dungu dan tertinggal dari yang lainnya?
Mengapa begitu mudah bagiku untuk maju ke depan tanpa megenang masa laluku?
✂
Tidak hanya itu,
terjebak di masa lalu membuatku merasa kecil hati.
Dan rendah diri akan nilaiku sendiri.
Aku tidak bisa memasak seperti masa lalunya.
Aku tidak bisa berkendara seperti masa lalunya.
Aku tidak bisa bersama-sama girang dengannya mendengarkan TWICE di dalam mobilnya seperti masa lalunya.
Aku tidak mahir woman on top seperti masa lalunya.
Aku tidak tinggi seperti masa lalunya.
Aku tidak sepenuh hati seperti masa lalunya.
Aku tidak berisi seperti masa lalunya.
(Mungkin) aku tidak se-feminine masa lalunya.
dan (Mungkin) aku tidak "se-perempuan" masa lalunya.
Aku merasa,
aku terlalu liar untuknya.
aku terlalu nakal untuknya.
aku terlalu pelacur untuknya.
aku terlalu tak berguna untuknya.
aku terlalu anak rumah untuknya.
aku terlalu kasar dalam berucap untuknya.
aku terlalu sering melompat ke dalam asumsi untuknya.
aku terlalu berbeda untuknya.
aku terlalu lemah dan mudah capai untuknya.
aku terlalu susah dipahami untuknya.
aku terlalu mudah terbawa emosi untuknya.
aku terlalu aneh untuknya.
aku terlalu sok barat untuknya.
aku terlalu ramai untuknya.
aku terlalu pemberontak untuknya.
Karena,
yang saat itu kulihat ketika badannya terhempas jatuh bersamaku adalah;
diriku yang asing yang mana tengah tenggelam dan tersesat. bingung di dalam tatapanmu yang memancarkan kebahagiaan yang tulus, yang aku ragukan sebelum kita bertemu.
dan aku pun yang awalnya meragukanmu,
berubah menjadi ragu pada diri sendiri:
apakah sebenarnya aku jatuh atau hanya terpeleset?

0 comments